Hasil Rapid Test, Warga Jabar yang Berstatus ODP Corona Tembus 11 Ribu

Metrobatam, Bandung – Angka warga yang terinfeksi Covid-19 semakin bertambah seiring dengan rapid test yang dilakukan secara masif sejak sepekan yang lalu. Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) merilis pada Senin (30/3/2020) pada pukul 22.30 WIB sebanyak 180 warga terkonfirmasi positif.

Sehari sebelumnya, jumlah warga yang terinfeksi sebanyak 149 orang. Jabar menyumbang 12,72 persen dari total 1.414 jumlah warga di Indonesia yang terpapar virus yang mengganggu sistem pernafasan ini.

Bacaan Lainnya

Satu hal yang menarik, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jabar menembus angka 11.308 orang. Bertambah kurang lebih 100 persen, dibandingkan sehari sebelumnya yang masih berkisar di angka 5.293.

Warga yang mudik dan pengidentifikasian ODP pada klaster-klaster, diduga mejadi penyebab meroketnya jumlah ODP. Penambahan pasien dalam pengawasan (PDP) juga cukup signifikan. Dari angka 660 merangkak ke angka 898 PDP.

Sementara itu jumlah warga yang sembuh mencapai 9 orang atau 12 persen dari total 75 penyintas yang berada di Indonesia. Diharapkan, jumlah ini terus bertambah seriring dengan telah didistribusikannya obat untuk mencegah perkembangbiakan virus.

Sedangkan jumlah kematian di Jabar bertambah satu orang, dari 19 menjadi 20 orang. Secara presentase, angka kematian di Jabar menyumbang 12 persen dari keseluruhan angka kematian nasional yang mencapai 122 jiwa per malam ini.

PDP di DIY Jadi 193 Orang

Sementara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menyebut jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus Corona (COVID-19) di DIY menjadi 193 orang. Selain itu, PDP yang meninggal dunia sebelum hasil uji laboratorium keluar bertambah 3 orang.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Biwara Yuswantana mengatakan, sampai dengan hari ini jumlah PDP yang sudah diperiksa atau di-swab sebanyak 193 orang. Dengan rincian hasil negatif ada 41 orang, positif ada 19 orang dan masih dalam proses uji laboratorium ada 33 orang.

“Rincian lebih lanjut, dari 19 itu (kasus positif COVID-19), yang dirawat di DIY ada 15 orang, sembuh 1 orang, meninggal dunia 2 orang dan meninggal dunia kemudian dikembalikan ke daerah asal adalah 1 orang,” katanya saat jumpa pers di kantor BPBD DIY, Jalan Kenari, Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2020).

“Kasus yang meninggal dunia kemudian dikembalikan ke daerah asal adalah Kasus 17 yang berasal (Kabupaten) Kebumen. Sehingga ada 3 (pasien positif COVID-19) yang meninggal dunia,” kata Biwara.

Sedangkan untuk penambahan PDP meninggal dunia sebelum hasil uji laboratorium keluar ada 3 pasien. Ketiganya masing-masing terdiri dari seorang laki-laki (37), alamat Sleman, seorang perempuan (68) dan laki-laki (82) yang beralamat di Kota Yogyakarta.

“Untuk yang masih proses 133 orang, yang menjalani rawat inap ada 122 orang, rawat jalan ada 4 orang dan yang meninggal dunia ada 7 orang. Itu karena terdapat 3 PDP meninggal dunia dengan rincian 2 dari Kota (Yogyakarta) dan satu dari Sleman, jadi data (PDP meninggal sebelum hasil lab keluar) akumulatif ya,” ucapnya.

20 Warga Sumut Positif Corona

Pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (30/3) melonjak hingga 20 orang. Dari total kasus itu, 18 orang masih menjalani perawatan dan dua lainnya meninggal dunia.

“Jumlah Covid-19 yang positif naik menjadi 20 orang. Pada Sabtu (28/3) kemarin jumlah yang positif ada 14 orang,” kata Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumut, Mayor KES dr Whiko Irwan.

Dia menambahkan selain kasus positif infeksi tersebut, saat ini ada 76 orang masuk dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat. Sementara itu PDP yang negatif Covid-19 dan masih dirawat ada 12 orang. Sedangkan PDP negatif yang telah pulang 11 orang.

“Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumut ada 2.909 orang,” paparnya.

Menurutnya Pemprov Sumut telah menetapkan masa siaga darurat sejak 17 Maret – 30 Maret 2020. Status tersebut kembali diperpanjang sampai 29 Mei 2020.

“Kami kembali ingatkan masyarakat untuk memutus penularan Covid-19 dengan cara melaksanakan social distancing, menghindari keramaian, stay at home, dan bekerja dari rumah. Biasakan diri hidup sehat, jaga kebersihan serta cuci tangan dengan air mengalir pakai sabun,” tegasnya. (mb/detik/cnn indonesia)

Pos terkait