Polda Jabar Ubah Cara Besuk Tahanan dengan Video Call

Metrobatam, Bandung – Kepolisian Daerah Jawab Barat mengalihkan besuk tahanan menjadi dengan video call demi mencegah penyebaran virus corona.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Saptono Erlangga, mengatakan bahwa kegiatan besuk menggunakan telepon video ini dilaksanakan mulai Rabu (25/3) di lingkungan Dirtahti dan tahanan Polda Jabar.

Read More

“Pelaksanaan jam besuk tahanan menggunakan video call berlaku pada Selasa dan Kamis, pukul 09.00-15.00 WIB,” kata Saptono.

Saptono mengatakan bahwa pelaksanaan jam besuk telepon video ini wajib dijalankan oleh jajaran polresta dan polrestabes di bawah Polda Jabar.

“Pelaksanaan jam besuk ini mendapatkan antusias yang baik dari masyarakat khususnya keluarga dari para tahanan,” ujarnya.

Adapun teknis jam besuk menggunakan video call ini, para keluarga tahanan dapat menghubungi Call Center Dirtahti Polda Jabar di nomor 022-7807512 terlebih dulu.

“Nanti pihak Dirtahti akan mengatur teknis selanjutnya,” tutur Saptono.

Pulang dari Malaysia

Sementara itu seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang meninggal dunia di Aceh memiliki riwayat perjalanan dari Malaysia.

Kantor berita Antara melaporkan bahwa pasien tersebut meninggal di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh.

“(Pasien) pulang dari Malaysia, sakit, PDP, kita rawat, dan meninggal,” kata Direktur RSUD Zainoel Abidin, Azharuddin.

Menurut Azharuddin, pasien itu sudah sempat dirawat di respiratory intensive care unit (RICU) di RSUD Zainoel Abdidin selama tiga hari.

Azharuddin mengatakan bahwa petugas medis sudah mengambil sampel lendir pasien tersebut dan mengirimkannya ke Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI untuk mengetahui statusnya, tapi hasilnya belum keluar.

“Kita tunggu hasil. Karena memang gejala sesuai, kita kirim swab-nya ke Balitbangkes, red., pasien sudah meninggal. Sekarang kita tunggu hasilnya,” katanya.

Ia tak menjabarkan lebih lanjut asal pasien yang meninggal tersebut. Azharuddin hanya menegaskan bahwa PDP tersebut merupakan warga Aceh.

Dengan demikian, hingga kini sudah ada dua warga Aceh yang berstatus positif terinfeksi virus corona meninggal di RSUD Zainoel Abidin.

Secara keseluruhan, hingga Rabu (25/3) tercatat 790 kasus positif virus corona di Indonesia, 58 di antaranya meninggal dunia dan 31 lainnya sembuh.

Pasien positif corona yang meninggal juga terjadi di Sidoarjo. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki.

Kadinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman membenarkan ada satu pasien yang sudah dinyatakan positif corona meninggal dunia. Syaf membenarkan bahwa yang meninggal itu warga Sidoarjo.

“Inggih (iya) mas,” kata Syaf Satriawarman Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, kepada detikcom melalui telepon selulernya, Rabu (25/3/2020).

Namun Syaf belum menjelaskan secara detail tentang pasien tersebut. Dirawat di mana dan pasien yang mana yang meninggal tersebut. Syaf hanya mengatakan dengan singkat bahwa pasien itu berjenis kelamin laki-laki.

“Laki-laki,” kata Syaf singkat.

Sidoarjo sendiri mempunyai tiga pasien positif corona. Satu pasien dirawat di RSUD Sidoarjo dan dua pasien dirawat di RS RKZ Surabaya. Namun data terakhir dari Pemprov Jatim mengatakan bahwa ada dua tambahan pasien positif corona di Sidoarjo.

Dengan begitu total ada lima pasien positif corona di Sidoarjo. Namun pihak Dinkes Sidoarjo belum menyampaikan hal tersebut, termasuk di rumah sakit mana mereka dirawat. (mb/cnn indonesia/detik)

Related posts