Kasus Covid-19 Naik, Doni Monardo Minta Pemda Perketat Wilayah

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo

Metrobatam.com, Jakarta – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Covid-19, Doni Monardo mengatakan pemerintah daerah perlu memperketat wilayah yang terjadi peningkatan kasus positif terinfeksi virus corona.

Hal itu Doni sampaikan saat ditanya terkait lonjakan kasus positif terinfeksi Covid-19 justru semakin tinggi di tengah kebijakan new normal. Per hari ini jumlah kasus positif terkonfirmasi sebanyak 72.347 orang.

Read More

“Daerah-daerah yang tingkat penularan tinggi perlu ada kebijakan Pemda untuk melakukan pengetatan, daerah mana yang perlu dilakukan pengetatan,” kata Doni, di Gedung Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2020).

Doni menyebut penyebaran virus corona di sejumlah wilayah Indonesia sangat bervariasi. Menurutnya, wajar jika daerah dengan tingkat penyebaran virus corona rendah dan sedang mulai menerapkan new normal.

“Tingkat rendah dan sedang, ya mereka wajar saja normal kegiatan,” kata dia.

Doni lantas menyinggung lonjakan kasus virus corona di Jawa Barat yang berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD Bandung. Menurutnya, tak seluruh wilayah Jawa Barat dinilai masuk zona berbahaya penyebaran Covid-19.

“Artinya cara penanggulangannya tidak sesulit berada di tengah masyarakat,” kata dia.Di sisi lain, Doni mengatakan pihaknya juga telah melakukan karantina wilayah Secapa TNI AD Bandung, Jawa Barat.

Lebih lanjut, jenderal TNI bintang tiga itu tak masalah kasus baru yang ditemukan semakin meningkat, seperti di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, hingga DKI Jakarta.

Menurut Doni, tingginya kasus yang ditemukan menunjukkan kemampuan pemeriksaan pemerintah yang semakin baik.

“Yang lalu di bawah 10 ribu kemudian sudah di atas 10 ribu. Nah Sekarang sudah di atas 20 ribu. Nah otomatis kasusnya pasti akan yang positif tentunya akan bertambah,” ujarnya.

Hingga hari ini, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 72.347 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 33.529 orang dinyatakan sembuh dan 3.469 orang lainnya meninggal dunia.

(cnnindonesia)

Related posts