Lis Ingatkan Pilkada Ajang Pertarungan Program, Bukan Ajang untuk Saling Menghujat

Lis Darmansyah (foto:Boedi/Metrobatam)

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Menjelang Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Kepulauan Riau yang tidak lama lagi akan digelar Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai PDI – P, Lis Darmansyah mengingatkan jangan ada black campain.

Menurut Pria yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi kontestasi pemilihan kepala daerah 2020 ini harus dijadikan sebuah ajang beradu program untuk kemajuan daerah kedepannya.

“Setiap calon punya kelebihan dan kekurangan, kita ini memilih pemimpin, pemimpin yang memiliki kriteria leadership yang paling penting adalah jangan sampai pilkada ini seolah-olah jangan sampai menjatuhkan menjelekkan tidak ada yang sempurna,” tegas Lis di Ruang Kerjanya, Senin(20/7) siang.

Menurut mantan Walikota Tanjungpinang, belajar dari Pemilihan Kepala (Pilkada) yang telah lalu. Seharusnya jangan ada lagi saling menjelekan. Karena semua pemilih adalah Warga Provinsi Kepri.

Bacaan Lainnya

“Ini pilkada yang kesekian kali seharusnya kita baik itu pendukung tim sukses partai kita sudah belajar dari pengalaman masa lalu, ekspetasi tidak mungkin memuaskan semua pihak tapi yang paling penting adalah pilkada ini dijadikan ajang berbicara soal program berbicara Kepri hari ini dan Kedepan ,”ucap Lis.

Untuk itu, sebagai salah satu Partai Pengusung Pasangan Bakal Calon Gubernur Kepri, H Muhammad Soeryo Respationo dan Iwan Setiawan, Lis telah mengingatkan internal Partai Pengusung sudah saling mengingatkan untuk tidak menyudutkan pasangan lain.

“Jauhi hal bersifat kesukuan atau kedaerahan yang terpenting adalah syarat menjadi seorang pemimpin pertama keikhlasan kedua secara lahiriah manusia itu diciptakan sebagai pemimpin ketiga dia memahami permasalahan yang ada di Provinsi Kepri ini, “ujarnya

Karena menurut Lis, pemimpin itu harus bisa membangun komunikasi yang baik itu dengan masyarakat baik yang dipilih atau yang memilihnya nanti dan juga membangun komunikasi dengan pemerintah pusat.

“Sehingga apa Kepri itu tidak bisa maju sendiri paling tidak butuh koordinasi bersama Kabupaten Kota dan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat sehingga lahirlah Kepri Sejahtera,”tutupnya. (Boedi)

Pos terkait