METROBATAM.COM, BUKITTINGGI – M. Rasul 86 tahun asal Pariaman, Padang Garingiang yang sudah satu Minggu menjalani perawatan di Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi yang menderita penyakit Stroke, akibat pecahnya pembuluh darah terpaksa dibawa pulang oleh pihak keluarganya, karena pelayanan yang buruk di Rumah Sakit tersebut. Kamis (13/10/2022).
M. Ali anak pasien mejelaskan, bahwa saat saya yang menunggui orang tua saya mendapatkan perlakuan kasar dari oknum Perawat, ketika saya dan istri hendak masuk ruangan, tiba-tiba oknum Perawat membentak saya, sembari mengomel-ngomel.
Dengan melihat situasi seperti itu, langsung M. Ali berbicara kepada oknum Perawat, “kalau saat ini sudah jam bezuk, namun tidak digubris oleh Perawat tersebut,” ujarnya.
Tidak terima dengan pelayanan tersebut, akhirnya M. Ali bersama pihak keluarga lainnya membawa orang tua mereka kembali ke rumah, dan sekarang M. Rasul orang tua Ali menjalani perawatan di Rumah anaknya di Pariaman, yang sebelumnya dirawat di ruangan IRNA 302.
Saat dikonfirmasi atas insiden tersebut kepada Humas RSOMH Bukittinggi, Anveri Dafitra membenarkan atas kejadian tersebut, dan ia sudah menyampaikan ke management RSMOH Bukittinggi.
“Kalau saat ini pimpinan ada di luar kota,” ujarnya
Lebih lanjut Anveri Dafitra mengatakan, pesan dari Direksi tangguhkan dulu permasalahan ini, kalau sudah ada pimpinan di RSMOH baru akan kita klarifikasi, itu pesan dari management.
Ditambahkan Anveri, bahwa RSMOH sendiri statusnya merupakan rumah sakit Kementrian, yang ada di Sumbar selain M. Jamil Padang,
Seharusnya dengan Adanya status RSMOH di bawah naungan kementrian hendaknya pelayan dan keramah tamahan dari petugas dan stokeholdet RSMOH Bukittinggi sudah saatnya memberikan pelayanan yang prima terhadap pasien.
Orang yang sakit apalagi sakit stroke membutuhkan therapy yang cukup dan baik bukan shock therapy yang bisa menambah beban pikiran dari si pasien tersebut. (basa)














