Tokoh Lingga Kecam Dugaan Pemukulan Yang Lakukan Oleh Andi Cori

Diduga Cori Saat Melakukan Pemukulan di Lokasi Tambang

Metrobatam.com , Lingga – Insiden pemukulan terhadap Nasrullah, warga Kecamatan Singkep Barat, yang diduga dilakukan oleh Andi Cori, menuai kecaman keras dari Forum Solidaritas Masyarakat Singkep Barat (FSMSB).

Kejadian ini terjadi di area Terminal Khusus milik TBJ, Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, saat korban ikut serta dalam upaya penghentian aktivitas loading stock bauksit.

Insiden tersebut bermula dari ketegangan yang dipicu oleh emosi sesaat. Cori diduga tersulut emosi setelah rombongan Nasrullah naik ke Jeti Terminal khusus untuk menghentikan aktivitas Loding hingga berujung pada tindakan pemukulan.

Menanggapi kejadian tersebut, sejumlah tokoh masyarakat seperti Ahyar, Sarmen, Sam, Abdul Hakim, Usman Wello menyuarakan keprihatinan serta mengecam keras tindakan kekerasan yang terjadi.

Bacaan Lainnya

Mereka menyatakan akan mengawal penuh proses hukum guna memastikan adanya tindakan tegas terhadap pelaku.

“Kita akan terus mengawal kasus ini agar pihak yang berwenang benar-benar bekerja secara nyata dan transparan. Karena ini merupakan delik aduan dan jelas ada korbannya, maka hal ini harus diproses secara hukum agar mendapatkan efek jera,” tegas Usman Wello dalam keterangannya pada Minggu (04/05/2025).

Lebih lanjut, Usman menyatakan bahwa tindakan premanisme dalam kegiatan investasi tidak bisa ditoleransi karena berpotensi merusak citra daerah dan menurunkan kepercayaan investor.

“Kita tidak ingin iklim investasi di Kabupaten Lingga, khususnya Singkep Barat disusupi oleh oknum preman. Selama ini wilayah kita aman dan kondusif. Jangan dirusak oleh ulah segelintir oknum,” imbuhnya.

Masyarakat yang tergabung FSMSB juga mengimbau seluruh masyarakat serta pelaku usaha untuk menjaga kondusivitas wilayah, demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi investasi dan kehidupan sosial masyarakat. Mereka meminta aparat penegak hukum segera bertindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kita ingin investasi yang sehat dan nyaman, bukan yang dilindungi oleh oknum tak bertanggung jawab. Ini demi masa depan Singkep Barat,” pungkas Usman.

 

Awalludin/Budi

Pos terkait