METROBATAM.COM, ANAMBAS – Sebanyak 3.890 bayi dan balita umur 0-59 bulan menjadi sasaran dari Pekan Imunisasi Nasional (PIN) di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA). Kecamatan Palmatak menjadi yang paling banyak bayi dan balita yang akan diimunisasi yakni 1.198 orang sedangkan Kecamatan Jemaja Timur menjadi yang paling sedikit yakni 180 bayi dan balita. Bupati KKA Abdul Haris,SH mengatakan pin dilaksanakan untuk tercapai eradiksi polio di Indonesia, khususnya Anambas pada akhir tahun 2020. “Kegiatan ini untuk memastikan tingkat imunitas terhadap polio di populasi cukup tinggi dengan cakupan lebih dari 95%,” kata Haris saat membuka PIN di Halaman Kantor Bupati KKA, Selasa (8/3). Usai membuka PIN di halaman serta meneteskan vaksin kepada 6 bayi yang hadir saat pembukaan Haris langsung berkeliling di ke posyandu-posyandu di Kota Tarempa. Haris mengatakan, Pin dilakanakan 8-15 Maret, untuk itu dihimbau mulai dari dari camat, kades sampai RT yang ada di daerah untuk memantau dan memastikan bayi dan balita yang ada d idaerahnya untuk ikut PIN. “Saya tugaskan Camat hingga RT untuk pantau agar bayi dan balita yang ada di Anambas dapat vaksinasi polio,” jelasnya. Haris mengatakan, polio dilaksanakan di 70 Pos PIN yang melibatkan 670 kader posyandu, 140 orang tenaga kesehatan Puskesmas, Postu, Polindes di seluruh wilayah KKA. Pin sebut Mantan Wakil Bupati KKA itu, untuk memberikan perlindungan optimal dan merata pada kelompok 0-59 bulan terhadap kemungkinan munculnya kasus polio yang disebabkan oleh virus polio. “Ini juga persiapan perubahan pemberian vaksinasi polio dari tetesan menjadi suntikan pada bulan juli 2016 mendatang, Perubahan tersebut sangat menentukan sosialisasi yang luas pada masyarakat dan untuk petugas akan dilaksanakan pada bulan april 2016,” jelasnya. Haris berharap kegiatan PIN di Anambas berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan sehingga bayi yang ada di daerah ini sehat serta terhindar dari penyakit polio karena apabila seseorang terkena polio sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut. “Tindakan preventif itu lebih baik dari pada kuratif (penyembuhan-red),” pungkasnya.
3.890 Bayi dan Balita Ditargetkan Ikut PIN
Bagikan ini:
- Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
- Klik untuk berbagi pada Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Lagi
Pos terkait
Menteri Pertanian RI Disambut Danrem 033 WP saat Sidak ke Karimun
Pemkab Natuna Berhentikan Sementara Dua Kepala Desa Terkait Dugaan Pelanggaran
Tagih Perjanjian 2009, Ratusan Warga Marok Tua Datangi Lokasi PT Hermina Jaya di Lingga
Klarifikasi Z Terkait Dugaan Penipuan Rekrutmen Polri: Bantah Janjikan Kelulusan
Sekda Batam : Gustian Riau Dinonaktifkan Sementara, Tetap Terima Gaji
Warga Resah, Aktivitas Judi Sabung Ayam dan Cingkoko Diduga Marak di Km 15 Tanjungpinang Timur
SMSI Kepri Resmi Dikukuhkan, Rinaldi Samjaya Tegaskan Pendataan Ulang Media dan Tantangan AI
Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Kepri: Kamtibmas Kondusif, Kejahatan Turun, Pelayanan Publik Meningkat
Disdukcapil Batam Perluas Layanan Jemput Bola Lewat Program KETAPEL
Masyarakat Pelantar Laut Sedanau Layangkan Surat Protes Terkait Lokasi SPPG














