DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas Dukung Penerimaan PNS

Metrobatam.com, Anambas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA)  mendukung apabila Pemkab melaksanakan penerimaan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS). Pasalnya selain Anambas tidak termasuk Kabupaten/kota yang masuk dalam moraturium pemerintah, tak dapat dipungkuri eksodus ratusan PNS daerah itu membua Anambas kekurangan PNS.

“DPRD siap backup bila pemerintah membuka penerimaan CPNS,” demikian disampaikan Syamsil Umri,  Wakil Ketua I DPRD KKA,  Kamis (21/4).

Read More

Kendati mendukung dan siap membackup namun Umri menekankan agar pemerintah   memperhatikan kondisi keuangan daerah, karena tak dapat dipungkiri penerimaan CPNS mengeluarkan biaya yang cukup besar. “Perhatikan juga kondisi keungan daerah jangan sampai ada program prioritas yang dilepas demi penerimaan CPNS,” paparnya.

Lebih jauh Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sangat menyayangkan kepindahah PNS dari Anambas apalagi penerimaan dari Anambas. Menurut dia yang dirugikan itu adalah masyarakat KKA jika PNS tersebut tersebut pindah.

“Sudah saya sampaikan sejak awal, berapa banyak biaya yang mesti dikeluarkan pemerinta untuk menyiapkan PNS, alangkah ironis setelah jadi mereka pindah,” sesalnya.

Untuk itu ke depan tambah Umri,  pemerintah diminta membuat aturan yang jelas, terkait kepindahan PNS terutama yang masuk dari Anambas. Umri sendiri sangat kecewa dengan sebutan Anambas batu loncatan seperti yang terjadi saat ini.

“Harus ada aturan mengikat agar jangan sudah jadi PNS mereka langsung bisa pindah, di beberapa daerah ada perjanjian antara PNS dengan pemerintah khusunya PNS yang masuk dari daerah itu baru bisa pindah selama lima tahun mengabdi, bahkan ada yang 10 tahun,” ungkapnya.

Jika hal ini tidak dilakukan sambung Umri yang akan dirugikan adalah daerah dan masyarakat, peristiwa lalu tak perlu disesali namun harus dijadikan pengalaman yang berharga agar kedepan tidak perlu terjadi lagi hal-hal semacam ini.

“Kita tidak menutup peluang orang lain untuk berkarya namun memberikan ketegasan bahwa mendaftar di Anambas itu ada konsekwensi yang mesti dihadapi. Jangan setelah diterima baru mengeluh macam-macam, dan ramai-ramai untuk pindah, perlu diingat daerah ini lahir karena perjuangan bukannya didapat dari belaskasihan dan pemberian,” pungkasnya.

Sumber: Haluankepri.com

Related posts