China Segera Ciptakan Vaksin Baru yang Paling Efektif

Simulasi pemberian vaksin Covid-19 (Foto ilustrasi) Simulasi pemberian vaksin Covid-19 (Foto ilustrasi) Simulasi pemberian vaksin Covid-19 (Foto ilustrasi)(Photo : VIVA/Muhamad Solihin

METROBATAM.COM.-  Pemerintah China akan merilis sebuah vaksin Covid-19 baru yang diprediksi oleh para ahli bisa menjadi yang paling efektif yang dikembangkan di negara itu.

Pada Rabu (22/9) Clover telah mengumumkan di situs webnya bahwa mereka telah mencapai titik akhir kemanjuran primer dan titik akhir kemanjuran sekunder SPECTRA, yaitu uji klinis fase II-III yang sangat penting secara global.

Bacaan Lainnya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandidat, dengan kode SCB-2019, menunjukkan 79 persen kemanjuran keseluruhan terhadap Covid-19 dengan tingkat keparahan apa pun yang disebabkan oleh varian Delta yang dominan secara global, yang saat ini mencakup lebih dari 90 persen dari semua kasus di seluruh dunia.

“Kandidat vaksin Clover adalah salah satu yang pertama menunjukkan kemanjuran yang signifikan terhadap Delta dalam uji klinis acak,” tulis pengumuman itu.

Kemanjuran keseluruhan tidak buruk, mengingat tingkat keparahan varian yang digunakan dalam uji klinis, kata Zhuang.

Clover mengatajan uji klinis SPECTRA mendaftarkan lebih dari 30.000 peserta dewasa dan lanjut usia (18 tahun ke atas) di 31 lokasi di lima negara (Filipina, Brasil, Kolombia, Afrika Selatan, Belgia) yang menghasilkan salah satu uji klinis Covid-19 yang paling beragam yang dilakukan hingga saat ini.

Vaksin ini juga menunjukkan kemanjuran 100 persen terhadap pasien Covid-19 parah dan rawat inap, dan kemanjuran 84 persen terhadap Covid-19 sedang hingga berat, yang disebabkan oleh jenis SARS-CoV-2.

Clover berencana untuk mengajukan permohonan persetujuan bersyarat kepada otoritas pengatur global (termasuk Administrasi Produk Medis Nasional China, Badan Obat Eropa, dan Organisasi Kesehatan Dunia) pada kuartal keempat tahun 2021.

Setelah menerima persetujuan bersyarat, Clover berencana untuk memulai peluncuran produk awal vaksin berpotensi pada akhir 2021. (RMOL)

Pos terkait