METROBATAM.COM|LINGGA – Beredar sebuah Video berdurasi 2 menit yang diduga dari salah seorang calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan menggunakan Kapal Roro KMP Pray rute Jagoh – Penarek yang memperlihatkan macetnya Movable Bridge (MB) atau jembatan penyeberangan barang dan kendaraan masuk ke kapal angkut di pelabuhan Roro yang baru saja selesai direhab pada akhir Desember 2021 dengan Pagu anggaran Miliaran rupiah.
Dari isi video terbuat memperlihatkan posisi movable bridge (MB) tidak bisa beroperasi sehingga para penumpang kesulitan untuk menaikkan kendaraan masuk ke dalam kapal Roro KMP Pray.
Macetnya MB Pelabuhan Roro yang terletak di desa Jagoh, Kecamatan Singkep Barat yang terjadi. Pada Selasa (01/01/2022) sekira pukul 14.13 WIB. Menurut berbagai sumber informasi yang diterima wartawan. Akibat Aliran listrik yg memang diputus oleh pihak PLN karena habis masa waktu.
Kabid Darat Dishub Lingga, Amir saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler mengatakan, macetnya MB, karena kurang nya daya listrik sehingga tidak bisa mengoperasikan Hidrolik, kita sudah menghubungi pihak PLN, Insyaallah sore ini sudah bisa dioperasikan.
Kepala PLN Dabo Singkep, saat didatangi beberapa rekan wartawan yang hendak melakukan konfirmasi di Kantornya. Pada Rabu (02/02/2022). Kurang lebih 2 jam menunggu. Sangat disayangkan Kepala PLN sedang sibuk karena ada zoom meeting (Video Conference), itu dijelaskan oleh Satpam yang sedang jaga.
Mengutip pembicaraan yang disampaikan dari salah satu staf/karyawan PLN .” Pengoperasian Aliran listrik pelabuhan roro itu diputus, karena berdasarkan permintaan/pesan. Perumpamaannya kalau dipesan 1 Minggu itu kami Ekstra, ya satu Minggu.” Bebernya.
Artinya, Kuat dugaan Dishub Lingga sudah melakukan keterlambatan pembayaran tunggakan tagihan pembayaran listrik ke pihak PLN.
“Untuk diketahui Publik rehab jembatan penyeberangan barang dan kendaraan masuk ke kapal beserta mesin Ginset yang disediakan untuk pengoperasian Hidrolik yang tidak digunakan pada saat urgent / Darurat,” ini Penjelasan Amir kepada wartawan melalui pesan WhatsApp. Pada Rabu (02/02/2022).
Awalnya Amir menjelaskan, Mesin itu bisa dioperasikan dan sudah kita uji coba pada waktu pekerjaan.
Satu jam kemudian tepatnya pada hari Selasa pukul 15.31 WIB, Amir menghubungi wartawan kembali dan menjelaskan,” Penyediaan mesin Ginset itu hanya untuk digunakan sebagai lampu penerangan,” tambah Amir.
“Waktu pengetesan Ginset dengan hidrolik berjalan normal..”.
“Bisa dipakai…cuma Karena daya angkut nya kurang jadi tidak dipakai…ginset yang pengadaan kemaren dihitung mengganti ginset kemaren… Karna daya dukung mesin nya kurang..jadi kami tidak mau paksakan takut nya rusak…”
“Kemaren kan pakai lantai papan sekarang pakai lantai besi…”
“Beban nya lebih berat..ditakutkan mesin nya jebol..”
Artinya proyek tersebut diduga. Pihak konsultan tidak turun untuk melakukan perencanaan, sebelum pekerjaan rehab pelabuhan Roro Jagoh dilaksanakan, sehingga pembelanjaan pengadaan mesin Ginset tidak sesuai dengan kapasitas daya angkat (MB).
Awalludin













