Puluhan Tewas Akibat Banjir Parah Landa Malaysia dan Thailand

Banjir landa Malaysia dan Thailand (Photo: AFP/Mohd Rasfan)

METROBATAM.COM – Banjir parah akibat hujan monsun telah menewaskan lebih dari 30 orang. Banjir tersebut juga memaksa puluhan ribu orang mengungsi di Malaysia dan Thailand Selatan, menurut pejabat, Selasa (3/12/2024).

Di Malaysia, hujan lebat selama lima hari yang mengguyur pantai timur setara dengan curah hujan enam bulan terakhir. Kejadian ini menyebabkan kerusakan parah di negara bagian Kelantan dan Terengganu.

Hujan merusak jalan, rumah, dan infrastruktur lainnya, pekerja penyelamat menggunakan perahu untuk mendistribusikan bantuan kepada korban yang terjebak. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memperkirakan biaya perbaikan infrastruktur mencapai 1 miliar ringgit (Rp3,5 triliun).

Melansir dari AP News, hujan mulai mereda pada akhir pekan, namun perkiraan hujan lebat lagi pada Selasa. Anwar mengatakan pemerintah siap menghadapi gelombang monsun berikutnya yang diperkirakan terjadi pada hari Minggu (8/12/2024).

Bacaan Lainnya

Menurut Pusat Komando Bencana Nasional, sekitar 91.000 orang mengungsi di 8 negara bagian Malaysia, dengan sebagian besar berasal dari Kelantan dan Terengganu. Di Thailand, 25 orang tewas akibat banjir di bagian selatan negara dalam seminggu terakhir.

Lebih dari 300.000 rumah tangga terdampak, dengan banyak sekolah dan fasilitas kesehatan ditutup. Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan 34.354 pengungsi berada di 491 tempat penampungan.

Meski air surut di beberapa provinsi, peringatan hujan lebat berlanjut hingga Kamis (5/11/2024). Pihak berwenang menyiapkan tempat penampungan, pompa air, truk evakuasi, dan perahu untuk menghadapi kemungkinan banjir bandang.

Banjir ini juga mempengaruhi sektor pariwisata. Malaysia mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Thailand selatan, yang menjadi destinasi liburan populer. (RRI)

Pos terkait