METROBATAM.COM|BINTAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan, Tarmizi meminta masalah Prostitusi menjadi atensi khusus dan segera menutup tempat tersebut.
Hal ini terkait dengan kabar adanya praktik prostitusi di Warung yang ada di dekat Pelabuhan Pelabuhan Sri Bayintan.
“Sebaiknya tempat – tempat seperti itu memang sudah tidak ada lagi. Bersihkanlah tempat itu,” tegasnya.
Untuk itu, Politisi Partai Hanura ini, meminta Pemerintah Kabupaten Bintan untuk segera menertibkan tempat tersebut.
“Apalagi Kijang inikan bukan Kota besar tidak layaklah adanya hal seperti itu. Alangkah baiknya ini ada tindakan dari pemerintah setempat,” harapnya.
Sementara itu, Camat Bintan Timur, Sofian saat dikonfirmasi media ini enggan menanggapi hal tersebut dan hanya menjawab dengan stiker WhatsApp yang bertuliskan”, semoga Allah merahmati kita semua Amin, Hidayah Ya Allah,” tulis Stiker WhatsApp yang dikirimkan orang Nomor satu di Kecamatan Bintan Timur ini.
Sebelumnya, Jelang masuknya bulan suci Ramadhan Camat Bintan Timur dan Satpol PP Bintan diminta jangan diam menertibkan dugaan Prostitusi berkedok warung di Pelabuhan Sribayintan Kijang Kecamatan Bintan Timur.
Hal tersebut mulai ramai disikapi tokoh masyarakat Bintan Timur di Group Informasi Forum Masyarakat Bintan Timur, untuk mendesak pemerintah Kecamatan melakukan penertiban dugaan warung berkedok prostitusi di Pelabuhan Sribayintan Kijang.
Melalui pantauan media ciutan di Group Masyarakat Bintan Timur terdapat beberapa unggahan yang disampaikan warga meminta dugaan Prostitusi berkedok warung di areal pelabuhan Sribayintan diminta ditutup, karena dilihat terlalu banyak pendatang dan memberikan efek keresahan bagi warga setempat.
“Permasalahan di kampung Kuala lumpur atau kampung Texas (kampung serba ada) gak perlu dikomentari, yang dibutuhkan eksekutor” Ujar Salah satu ketua RW di Ciutan Group Forum Masyarakat Bintan Timur.
Dan ciutan tersebut ditanggapi oleh salah satu tokoh agama menyatakan mendukung juga menyarankan setelah di eksesuki, jamur-jamur kemaksiatan tidak tumbuh lagi agar daerah Kita menjadi daerah yang baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur,” Ujarnya.
Harapan masyarakat Bintan timur yang ditanggapi oleh banyak tokoh masyarakat, tokoh agama tokoh pemuda di group WhatsApp, meminta pemerintah setempat Camat dan jajarannya bersama satpol PP Bintan, melakukan penertiban. Persoalan dugaan prostitusi berkedok warung di areal pelabuhan tersebut diduga terjadi sudah cukup lama.
(Budi)














