Pemerintah Belanda Kembalikan 288 Benda Bersejarah kepada Indonesia

Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid (kiri), mengamati benda-benda bersejarah dari Bali yang dikembalikan Pemerintah Belanda (Foto: Instagram @hilmarfarid)

METROBATAM.COM, BELANDA – Pemerintah Belanda mengembalikan 288 benda budaya yang dijarah selama era kolonial kepada Indonesia. Di antaranya berupa senjata, koin, perhiasan, dan tekstil dari Bali setelah perang 1906. 

Penyerahan dilakukan secara resmi melalui upacara di Wereldmuseum, Amsterdam. Pihak Indonesia diwakili Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Eppo Bruins, menyatakan pngembalian ini dilakukan sebagai bentuk pemulihan material.

“Ini serupa restitusi pada Juli 2023 ketika kami mengembalikan 500 barang bersejarah kepada Indonesia dan Sri Lanka,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Seperti dikutip The Art Newspaper, Kamis (26/9/2024), restitusi dilakukan atas klaim negara asal dan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial. Barang bersejarah yang dikembalikan dari Bali Selatan, dikenal sebagai Koleksi Puputan Badung.

Benda tersebut diambil setelah serangan Tentara Kerajaan Hindia Belanda terhadap Kerajaan Badung dan Tabanan pada 1906. Operasi militer di Denpasar itu berakhir dengan ritual bunuh diri massal atau Puputan oleh raja dan anggota istana.

Benda-benda yang dijarah dari operasi ini termasuk keris, tombak berlapis emas, koin, dan perhiasan. Komite menyatakan benda-benda ini hilang secara tidak sukarela dan harus dikembalikan tanpa syarat.

Beberapa patung juga termasuk dalam barang yang akan dipulangkan termasuk patung Ganesha dan patung dari Singasari.

“Ini menegaskan komitmen Belanda untuk memperbaiki kerusakan masa lalu akibat kolonialisme,” kata Bruins. (RRI)

Pos terkait