Setiap 3 Mei, Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia

Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) diperingati setiap 3 Mei. (Foto: Kedutaan Besar Amerika Serikat di Polandia)

METROBATAM.COM, BATAM – Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) diperingati setiap 3 Mei yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dikutip Wikipedia, peringatan ini dirayakan untuk meningkatkan kesadaran bahwa betapa pentingnya kebebasan pers.

Ini untuk mengingatkan pemerintah akan tugas mereka untuk menghormati dan menjunjung tinggi hak kebebasan bersuara.  Seperti yang tertulis dalam Pasal 19 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia 1948 dan menandakan ulang tahun Deklarasi Windhoek.

Deklarasi ini berisi pernyataan tentang prinsip kebebasan pers yang dirangkumkan oleh wartawan surat kabar Afrika di Windhoek pada tahun 1991. UNESCO menandai Hari Kebebasan Pers Sedunia dengan menganugerahkan Penghargaan Kebebasan Pers Sedunia Guillermo Cano/UNESCO kepada perseorangan, pertubuhan, atau lembaga yang layak.

Terutama yang telah memberikan sumbangan luar biasa untuk mempertahankan atau menggalakkan kebebasan pers di mana pun di dunia.  Apabila hal ini telah tercapai dalam menghadapi bahaya.

Bacaan Lainnya

Dibuat pada tahun 1997, hadiah ini diberikan atas rekomendasi juri bebas yang terdiri dari 14 profesional berita. Nama-nama diserahkan oleh organisasi bukan pemerintah regional dan antarbangsa yang bekerja untuk kebebasan pers, dan negara-negara anggota UNESCO.

Penghargaan ini diberikan untuk menghormati Guillermo Cano Isaza, wartawan Kolombia yang dibunuh di depan kantor surat kabarnya, El Espectador, di Bogotá, pada 17 Desember 1986. Tulisan Cano telah menyinggung para baron narkoba yang berkuasa.

Tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025 adalah Pelaporan di Dunia Baru yang Berani: Dampak Kecerdasan Buatan terhadap Kebebasan Pers dan Media. Fokus tema ini adalah bagaimana teknologi kecerdasan buatan memengaruhi jurnalisme.

Baik dari sisi tantangan seperti disinformasi dan otomatisasi konten, maupun peluang seperti efisiensi liputan dan analisis data.

Melalui tema Hari Kebebasan Pers Sedunia 2025, UNESCO mengajak dunia untuk bersama-sama memastikan kemajuan teknologi tidak mengorbankan prinsip dasar kebebasan pers. (RRI)

Pos terkait