Oknum Instansi Diduga Terlibat Kasus Asusila di Tanjungpinang, Publik Desak Polisi Bertindak Cepat

METROBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Keresahan mendalam dirasakan warga di kawasan Jalan Batu Naga, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, menyusul dugaan kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Terduga pelaku diketahui berinisial RB, yang disebut-sebut merupakan oknum dari instansi Navigasi Tanjungpinang.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa yang diduga merusak masa depan korban tersebut terjadi pada Agustus 2025. Kasus ini memicu kemarahan publik, terlebih karena terduga pelaku berasal dari lingkungan instansi pemerintah.

Kronologi dan Proses Pelaporan
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Tanjungpinang tidak lama setelah kasus terungkap. Namun demikian, hingga kini proses penanganannya dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Keluarga korban mengaku kecewa lantaran terduga pelaku masih belum ditahan. Meski laporan telah diajukan dan bukti awal disebut telah diserahkan, belum adanya penetapan status hukum yang jelas membuat masyarakat menilai kasus ini berjalan lambat.

Bacaan Lainnya

Desakan Kepada Aparat Penegak Hukum
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan tidak tebang pilih, terutama dalam menangani kasus kekerasan seksual terhadap anak. Keterlambatan penanganan dikhawatirkan membuka peluang bagi pelaku untuk menghindari proses hukum atau bahkan mengulangi perbuatannya.

Salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus ini menyampaikan harapannya agar aparat segera mengambil langkah tegas.

Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak serta penegakan hukum yang adil bagi korban.

Harapan Masyarakat
Warga Tanjungpinang kini menanti langkah konkret dari Kapolresta Tanjungpinang untuk segera mengamankan terduga pelaku. Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi komitmen aparat dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta menegakkan keadilan di tengah masyarakat.

(Hingga berita ini diturunkan, pihak Navigasi Tanjungpinang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam kasus tersebut).

(red)

Pos terkait